Ini Dia Cara Perhitungan Pesangon Saat Pensiun


Saat berhenti dari perusahaan tempat kita bekerja, umumnya kita akan mendapat sejumlah uang pesangon.

Namun, tahukan kita bagaimana perhitungan pesangon ini? Ambil contoh apabila seorang pegawai pensiun di usia normal yaitu 55 tahun, maka pesangon yang didapat adalah minimal sejumlah uang yang sudah diatur dalam UU No. 13 tahun 2003.

Jika kita sudah bekerja selama Masa Kerja atau MK satu tahun, maka uang pesangon atau bulan upah yang didapatkan adalah sebanyak satu kali.

Demikian jika MK dua tahun maka pesangonnya dua kali, dan seterusnya.

Selain perhitungan Masa Kerja, ada pula Penghargaan yang diberikan pada karyawan.

 


Untuk Masa Kerja tiga tahun maka penghargaan atau bulan upahnya adalah sebanyak dua kali, Masa Kerja enam tahun maka penghargaannya tiga kali, demikian seterusnya perhitungan pesangon untuk penghargaan ini.

Ada lagi aturan untuk berbagai jenis PHK yang diterima karyawan. Misalnya, karyawan yang melakukan kesalahan berat tidak akan mendapat pesangon dan penghargaan.

Karyawan yang melakukan tindak pidana hanya akan diberi satu kali penghargaan tanpa pesangon, demikian juga karyawan yang mengundurkan diri.

Sementara untuk perubahan status dan pengusaha tidak bersedia, maka pesangon diberikan dua kali sementara penghargaan satu kali saja.

Karyawan yang meninggal atau terkena efisiensi akan menerima dua kali pesangon serta satu kali penghargaan.

Jika digabungkan, maka perhitungan pesangon yang penghargaan yang diterima akan menjadi dua kali bulan upah per satu tahun Masa Kerja.

Selain uang pesangon serta penghargaan, karyawan juga berhak menerima yang cuti tahunan yang belum sempat diambil, ongkos pulang menuju tempat di mana karyawan tersebut direkrut, penggantian kesehatan serta perumahan, dan juga hak-hak lain seperti yang telah diatur dalam Peraturan Perusahaan ataupun Perjanjian Kerja Bersama.

Termasuk di antaranya adalah biaya cuti tahunan yang belum diambil serta belum gugur, biaya atau ongkos pulang karyawan serta keluarganya menuju tempat di mana karyawan diterima bekerja, penggantian perumahan dan pengobatan serta perawatan.

Sebagai karyawan yang bijak serta cermat, kita bisa langsung meminta perhitungan pesangon dan pajak pada bagian HRD ataupun SDM terkait. Mereka yang akan memberi tahu bagaimana menghitung besarnya pesangon, penghargaan serta hak-hak lainnya setelah dipotong pajak.

Apabila formula perhitungannya diatur dalam Peraturan Perusahaan dan ternyata lebih baik daripada UU, maka gunakan formula pada Peraturan Perusahaan tersebut.

Khusus untuk kasus PHK yang disebabkan alasan lain seperti kesalahan berat, mengundurkan diri, ataupun keinginan perusahaan sudah diatur dalam UU.

Demikian adalah cara menghitung pesangon untuk karyawan yang sudah pensiun.

Bijaklah dalam menggunakan uang pesangon ini.

Karyawan bisa menanyakan selengkapnya pada petugas di bidang terkait untuk memahami lebih lanjut terkait pesangon.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.